Nyamuk, Manusia dan Dunia

Ar Robie bin Anas mengatakan:

“Nyamuk akan hidup selama ia masih lapar. Kalau sudah kenyang ia akan gemuk. Kalau sudah gemuk ia akan mati.”

Begitulah hakikat manusia dan dunia ini. Manusia selama masih merasa butuh kepada Allah, hatinya akan tetap hidup. Ketika ia merasa tidak butuh lagi kepada Allah, maka hatinya akan mati.

Manusia selama hatinya dijauhkan dari dunia, imannya akan hidup. Ketika dunia memenuhi hatinya, imannya akan mati.

“Sesungguhnya Allah tidak malu untuk menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan.” (QS. Al Baqarah: 26)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: