Hakikat Doa adalah Meninggalkan Dosa

​Sufyan al Tsauri –semoga Allah merahmatinya– mengatakan, “Hakikat doa adalah meninggalkan dosa-dosa. Maka barangsiapa meninggalkan dosa-dosa, Allah akan memperlakukannya sesuai pilihan-Nya tanpa diminta.” (Tanbihul Mughtarrin oleh Imam Sya’roni h.73)

Penjelasan:

Beliau ingin menyampaikan bahwa makna doa yang sebenarnya adalah meninggalkan dosa-dosa, baik dosa yang berkenaan dengan diri sendiri seperti memakan barang haram atau berkenaan dengan orang lain seperti mencuri dan membunuh.

Orang yang mengaku telah berdoa padahal dia masih berlumuran dosa, makanan dan minumannya haram, pakaiannya haram, hartanya haram, sebenarnya ia belum berdoa secara benar karena doa semacam ini tidak akan mungkin dikabulkan.

“Bagaimana mungkin bisa dikabulkan?” (HR. Muslim)

Jadi kalau kita ingin supaya doa kita dikabulkan oleh Allah SWT, kita mesti tinggalkan dosa-dosa.

Orang yang telah meninggalkan dosa-dosa, Allah SWT akan memberinya pemberian terbaik meskipun ia sendiri belum sempat memintanya.

“Orang yang disibukkan oleh Al Quran sehingga belum sempat zikir dan berdoa kepada-Ku, Aku akan memberinya pemberian terbaik dari yang diminta oleh orang-orang yang meminta.” (HR. Tirmidzi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: