Pesan Cinta dari Seorang Ayah kepada Putrinya

PESAN CINTA DARI SEORANG AYAH KEPADA PUTRINYA

image

Dulu ketika saya masih kuliah di Ma’had Al-Fath Damaskus Suriah, salah satu dosen favorit saya bernama Syaikh Mahmud Dahla. Beliau mengajarkan kitab Al-Hidayah tentang Fikih Hanafi. Saya suka cara mengajar beliau karena di samping bahasanya mudah dipahami, beliau juga sering menyisipkan kisah-kisah inspiratif dan mengutip bait-bait syair yang membuat hati semakin terenyuh ketika mendengarnya. Salah satu bait syair yang saya sukai dari beliau adalah bait syair Imam Syafi’i:

“Aku mencintai orang-orang shalih meskipun aku bukan termasuk dari mereka.

Aku berharap kelak mendapatkan syafaat dengan cintaku pada mereka.

Aku benci pelaku maksiat meskipun aku sama dengan mereka.

Aku tidak suka orang yang suka buang-buang waktu meski aku sering melakukannya.”

Syair itu pertama kali saya dengar dari lisan beliau dan begitu membekas di hati saya. Sampai saat ini saya masih terus mengingat dan merenungi maknanya yang dalam.

Sayangnya, saat itu beliau tidak lama mengajar kami. Hanya sekitar satu tahun, yaitu pada tahun pertama kami kuliah. Setelah itu kami jarang melihat beliau. Sampai akhirnya pecah revolusi di Suriah dan beliau berdiri di barisan para revolusioner bersama para mujahidin lainnya.

Baru beberapa waktu yang lalu saya mendapati akun facebook beliau. Alhamdulillah senangnya bisa melihat kembali wajah beliau yang menyejukkan hati. Serasa diri saya ini ditarik kembali ke tempat itu lagi setelah lebih dari 9 tahun berpisah dengannya.

Namun pagi ini saya mendengar berita yang menggembirakan sekaligus memilukan. Putri beliau menikah. Menggembirakan karena inilah momen yang ditunggu-ditunggu setiap anak manusia, baik mempelai maupun orangtua. Memilukan karena ternyata beliau tidak bisa turut menghadiri pesta pernikahan anaknya tersebut karena terbentang jarak yang jauh antara keduanya.

Beliau hanya bisa menyampaikan pesan lewat halaman facebook beliau. Berikut isinya:

Untuk putriku tersayang: Syifa

Telah datang saatmu menikah hari ini setelah lebih dari 3 tahun aku berpisah denganmu.

Pernikahanmu ini membuatku bahagia.

Juga membuatku sedih karena terbentangnya jarak yang jauh antara kita.

Seperti sedihnya diriku melihat kondisi yang kita alami sekarang, di hari pernikahanmu ini.

Setelah sekian lama aku menghilang darimu secara terpaksa, bukan karena sukarela, kini datang saat pernikahanmu ini ketika kamu berada di daerah Ghuthah Damaskus yang sedang terluka.

Di mana langit meneteskan dari atasmu dan ibumu, juga saudari-saudarimu tetesan-tetesan rudal, roket dan bom.

Di mana kita dikepung, diisolasi dan dibakar dengan api dan darah.

Sungguh aku berangan-angan seandainya aku berada di sisimu untuk menghadiahkan hatiku dan jiwaku untukmu pada pesta pernikahanmu yang suci ini.

Tapi inilah takdir Allah yang telah ditetapkan dan telah berlaku.

Meski kau jauh di mata tapi berada dekat di hatiku.

Jika ada yang kurang pada pesta penikahanmu hari ini karena jauhnya aku darimu, yang pasti doa dan keridhoanku padamu tidak pernah berkurang.

Begitu juga untuk ibumu dan semua saudarimu.

Aku memohon kepada Allah semoga Dia menjadikan pernikahanmu ini kebahagiaan.

Dan menjadikan suamimu sebaik-baik penolong dan pendukungmu setelah Allah.

Dan menjadikan di antara kalian rasa mawaddah wa rahmah, cinta dan kasih sayang.

Semoga Dia senantiasa melindungi kalian berdua dari segala keburukan.

Dan semoga Allah mengumpulkan kembali aku bersamamu dan ibumu tercinta, juga saudari-saudarimu serta seluruh keluarga besar kita dalam keadaan yang terbaik.

Tidak lupa aku berpesan kepadamu:

Jagalah dari suamimu 3 hal:

1. Sirr (rahasianya)
2. Surur (kebahagiannya)
3. Sarir (ranjangnya)

Barakallahu lakuma… Semoga Allah memberkahi kalian berdua dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.

Dari ayahmu yang merindukanmu.

ابنتي الحبيبة شفاء
يأتي زواجك اليوم بعد أكثر من ثﻻث سنوات من فراقي لك
يفرحني هذا الزواج
ويؤلمني بعدي عنك زمانا ومكانا
كما تؤلمني الظروف التي تعيشينها يوم زفافك
فبعد غيابي عنك اضطرارا ﻻ اختيارا يأتي اليوم حفل زفافك وأنت في غوطة دمشق الجريحة حيث السماء تمطر عليك وعلى أمك وأخواتك الصواريخ والقذائف وحيث الحصار والنار واﻷشﻻء والدماء
ولقد كنت أتمنى أن أكون إلى جانبك ﻷقدم لك قلبي وروحي في هذه المناسبة العزيزة
ولكن كان أمر الله قدرا مقدورا
إن بعدت عن عيني فلم تبعدي عن قلبي
وإن فاتك اليوم شيئ لبعدي فلن يفوتك رضا قلبي عليك ودعواتي
ومثل ذلك ﻷمك وجميع أخواتك
أسأل الله أن يجعل زواجك سعيدا
وأن يجعل زوجك خير سند ومعين لك بعد الله وأن يجعل بينكما المودة والرحمة وأن يحميكما من كل سوء وأن يجمعني بك وبأمك الغالية وأخواتك وأصهاري وأسباطي على أحسن حال
وﻻ أنسى أن أوصيك بزوجك فأقول :
احفظي على زوجك ثﻻثة أشياء
سره
وسروره
وسريره
بارك الله لكما وبارك عليكما وجمع بينكم بخير
************ *********** أبوك المشتاق

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: