Keadilan Hukum Islam

🌿KEADILAN HUKUM ISLAM🌿

Imam Asy-Sya’bi bercerita:

Suatu hari, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib pergi ke pasar. Tiba-tiba di sana ia berjumpa dengan seorang Nasrani sedang menjual baju perang. Ali mengenali baju perang yang ia jual itu. Beliau berkata, “Ini adalah baju perang milik saya. Saya akan membawa anda ke pengadilan.” Saat itu yang menjabat sebagai hakim adalah Syuraih.

Ringkas cerita, di pengadilan Ali mengatakan kepada Syuraih, “Wahai Syuraih, mohon adili kami.”

Syuraih bertanya, “Apa keluhan anda wahai Amirul Mukminin?”

Ali menjawab, “Baju perang ini adalah milik saya. Saya kehilangan baju perang itu sejak lama.”

Syuraih bertanya kepada si Nasrani, “Bagaimana pendapatmu wahai Nasrani?”

Nasrani itu menjawab, “Saya tidak meragukan kejujuran Amirul Mukminin. Hanya saja baju perang ini milik saya.”

Syuraih berkata kepada Ali, “Saya tidak bisa mengambil baju perang itu dari tangannya. Apakah anda punya bukti atau saksi?”

Ali menjawab, “Sungguh benar apa yang dikatakan Syuraih.”

Lalu Nasrani itu mengatakan, “Sekarang saya baru sadar bahwa hukum ini adalah hukum para nabi terdahulu. Amirul Mukminin pergi menghadap hakim, dan ternyata hakim memutuskan untuk menolak gugatannya. Demi Allah wahai Amirul Mukminin, sungguh baju perang itu adalah milik anda. Saya melihatnya terjatuh dari hewan tunggangan anda, lalu saya mengambilnya. Sungguh sejak saat ini saya bersyahadat: Asyhadu an La ilaha illallah, wa anna Muhammadan rasulullah. Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.”

Ali mengatakan, “Karena anda sekarang telah menjadi seorang muslim, maka sejak saat ini baju perang itu telah menjadi milik anda.”

Kemudian Nasrani yang telah menjadi muallaf tersebut membawa baju perang tersebut dalam peperangan.

Asy-Sya’bi mengatakan, “Sungguh saya melihatnya memerangi kaum musyrikin.”

Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa muallaf tersebut ikut serta dalam perang Shiffin bersama barisan Ali dan terbunuh di dalamnya.

📚Sumber:

📙As-Sunan Al-Kubra karangan Imam Al-Baihaqi
📙Tarikh Dimasyq karangan Imam Ibnu Asakir

✏Ditulis oleh: Danang Kuncoro Wicaksono
✉Email: dannsbass@gmail.com
🌏FB: fb.com/danang.kuncoro.wicaksono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: