Karomah Para Wali

💐KAROMAH PARA WALI💐

Imam Al-Laits bin Sa’d bercerita:

Saya pergi haji pada tahun 113 H. Saya datang ke Makkah. Seusai menunaikan shalat Ashar, saya naik ke bukit Abu Qubais. Tiba-tiba saya berjumpa dengan seorang lelaki sedang duduk sambil berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Rob.. Ya Rob..” Sampai nafasnya habis. Kemudian mengucapkan, “Ya Robbah.. Ya Robbah..” Sampai nafasnya habis. Lalu ia mengucapkan, “Robb.. Robb..” Sampai nafasnya habis. Lalu mengucapkan, “Ya Allah.. Ya Allah..” Sampai nafasnya habis. Lalu mengucapkan, “Ya Hayyu.. Ya Hayyu..” Sampai nafasnya habis. Lalu mengucapkan, “Ya Rohim.. Ya Rohim..” Sampai nafasnya habis. Lalu mengucapkan, “Ya Arhamar Rohimin..” Sampai nafasnya habis, sebanyak tujuh kali.

Kemudian ia berdoa, “Ya Allah, sungguh hamba ingin makan anggur seperti ini. Maka berilah hamba makanan itu. Ya Allah, sungguh pakaian hamba ini telah lusuh.”

Imam Al-Laits mengatakan. “Demi Allah, belum sampai selesai doanya, saya telah melihat sekeranjang penuh dengan anggur. Padahal saat itu bukan musim anggur. Saya juga melihat dua helai pakaian.”

Imam Al-Laits melanjutkan kisahnya:

Saat lelaki itu hendak memakannya, saya menyapanya, “Saya kawanmu.”

“Mengapa bisa demikian?” Tanyanya.

Saya jawab, “Karena ketika anda tadi berdoa, saya turut mengaminkan doa anda.”

Lelaki itu menjawab, “Kalau begitu kemarilah. Silahkan makan bersamaku. Tapi jangan kamu sembunyikan sesuatupun darinya.”

Maka saya pun mendekatinya lalu makan buah yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Buah anggur yang sangat lezat. Saya makan sampai kenyang. Tapi isi keranjang itu tidak berkurang sama sekali.

Lalu lelaki itu menawarkan pakaian yang berada di depannya, “Ambillah salah satu dari dua kain ini yang paling kamu sukai.”

Saya menjawab, “Kalau pakaian, saya tidak memerlukannya.”

“Kalau begitu, tolong menghadap ke sana. Saya mau ganti pakaian.”

Lalu saya menghadap ke arah lain sehingga ia memakai pakaian tersebut. Satu kain ia gunakan sebagai bawahan (sarung), sedangkan sisanya ia gunakan untuk atasan. Lalu ia mengambil dua kain bekas yang tadi ia pakai dan membawanya sambil turun dari bukit.

Saya terus mengikutinya. Hingga ketika sampai di tempat Sa’i (Shofa-Marwah), di sana ia berjumpa dengan seorang pengemis.

Pengemis itu mengatakan, “Berilah kami pakaian, semoga Allah memberi anda pakaian, wahai putra Rasulullah.”

Lelaki itu pun menyodorkan kain yang dibawanya tadi kepada pengemis.

Lalu saya menemui pengemis tersebut dan bertanya, “Siapa sebenarnya lelaki tadi itu?”

Pengemis itu menjawab, “Ia adalah Ja’far bin Muhammad (Ash-Shadiq).”

Lalu saya pergi mencari kembali lelaki itu untuk mendengar pelajaran-pelajaran darinya. Tapi sayangnya saya tidak menemukannya lagi.

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

📚Sumber:

📙”Syarh Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah wal Jama’ah” (Karamatul Auliya’) karangan Imam Al-Lalika’i.
📙”Shifatus Shafwah” karangan Imam Ibnul Jauzi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: