Perhiasan yang Mulai Menghilang

💎PERHIASAN YANG MULAI MENGHILANG💎

🔊Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ حُسْنِ إِسْلامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَالا يَعْنِيهِ

“Termasuk tanda baiknya keislaman seseorang adalah ia meninggalkan apa saja yang tidak bermanfaat untuknya.”

🔊Ibrahim bin Adham mengatakan:

الورع ترك كُل شهبة وترك مالا يعنيك هُوَ ترك الفضلات

“Wara adalah meninggalkan perkara yang samar (syubhat) dan meninggalkan yang tidak bermanfaat untukmu.”

🔊Abu Bakr Ash-Shiddiq mengatakan:

كُنَّا ندع سبعين بابا من الحلال مخافة أَن نقع فِي بَاب من الحرام

“Kami meninggalkan 70 perkara halal karena takut terjerumus pada satu perkara haram.”

🔊Nabi SAW pernah berpesan kepada Abu Hurairah:

كن ورعا تكن أعبد النَّاس

“Jadilah orang yang wara, pasti kamu akan jadi orang yang paling baik ibadahnya.”

💎Abdullah bin Al-Jala mengatakan, “Saya melihat seseorang yang tinggal di Makkah selama 30 tahun tidak pernah minum air Zamzam kecuali dari hasil menimba dengan timbanya sendiri. Ia juga tidak pernah makan makanan yang diimpor dari Mesir.”

💎Seorang wanita datang kepada Imam Ahmad bin Hanbal lalu bertanya:

“Kami biasa menyulam di atap rumah kami. Kadang-kadang lampu pemerintah melintas menerangi rumah kami. Bolehkah kami menyulam di bawah sinar lampu itu?”

Imam Ahmad bertanya, “Siapa anda?”

Wanita itu menjawab, “Adik Bisyr Al-Hafi.”

Imam Ahmad tiba-tiba menangis. Lalu mengatakan, “Dari rumah kalian itu muncul seorang yang wara dan jujur. Jangan kamu menyulam di bawah sinar itu.”

Bisyr Al-Hafi hidup semasa dengan Imam Syafi’i. Tahun lahirnya pun berdekatan. Beliau adalah seorang yang sangat wara.

💎Ali Al-Atthar bercerita:

Saya pernah berjalan melintasi kota Basrah. Di suatu jalan, saya melihat sejumlah orang yang sudah tua duduk-duduk, sementara di depan mereka ada anak-anak kecil sedang bermain. Saya bertanya kepada anak-anak kecil itu, “Apakah kalian tidak malu dengan orang-orang itu?”

Salah seorang anak menjawab, “Orang-orang itu sedikit waranya sehingga sedikit pula wibawanya.”

💎Suatu hari, Bisyr Al-Hafi diundang makan. Setelah hidangan tersedia, ia berusaha mengulurkan tangannya tapi tidak mampu. Ia terus mencoba sampai tiga kali, tapi tetap tidak mampu. Salah seorang dari mereka yang memahami hal itu mengatakan, “Tangannya itu tidak bisa mengambil makanan yang di dalamnya terdapat syubhat.”

💎Suatu hari, seseorang membawa minyak wangi hasil rampasan perang kepada Umar bin Abdil Aziz. Beliau kemudian menggenggam tutupnya sambil mengatakan, “Minyak wangi dimanfaatkan karena aromanya. Maka saya takut kalau saya mendapatkan aromanya, sedangkan kaum muslimin yang lain tidak mendapatkannya.”

💎Kahmas mengatakan, “Saya telah melakukan dosa yang masih saya tangisi sejak 40 tahun yang lalu. Yaitu, ketika salah seorang kawan saya berkunjung ke rumah saya, kemudian saya membelikan ikan bakar untuknya. Selesai ia makan, saya mengambil segenggam tanah dari dinding tetangga saya supaya ia mencuci tangannya. Saya belum meminta izin kepada tetangga saya itu.”

💎Suatu hari, uang yang ia bawa terjatuh. Setelah mencarinya, ia mendapatkannya tapi tidak mau mengambilnya. Ia mengatakan, “Bisa jadi uang itu bukan milikku.”

Kahmas wafat pada tahun 149 H. Imam Ahmad mengatakan, “Ia adalah orang yang terpercaya bahkan lebih dari itu.”

💎Imam Ahmad pernah menggadaikan sebuah ember miliknya ke seorang pedagang di Makkah. Ketika beliau hendak mengambilnya, pedagang tersebut mengeluarkan dua buah ember, “Ambillah salah satu dari dua ember itu yang milikmu.”

Imam Ahmad menjawab, “Saya bingung ember saya yang mana. Kalau begitu, ember itu buat kamu saja. Dan uang ini untukmu.”

Pedagang mengatakan, “Embermu yang ini. Saya tadi cuma mengetesmu saja.”

Imam Ahmad menjawab, “Saya tidak mau mengambilnya.”

Lalu beliau pergi dan meninggalkan embernya.

💎Ibnul Mubarok memiliki seekor kuda yang harganya sangat mahal. Suatu hari, beliau shalat Zhuhur, lalu kudanya berjalan menuju tanah milik pemerintah dan memakan tanamannya. Setelah itu Ibnul Mubarok meninggalkan kuda itu dan tidak mau mengambilnya.

💎Beliau juga pernah bepergian dari kota Merv menuju Syam hanya untuk mengembalikan pulpen yang ia pinjam dari temannya dan masih terbawa olehnya. Padahal jarak antara kota Merv ke Syam sekitar 3000 kilometer.

💎An -Nakho’i pernah menyewa binatang tunggangan untuk suatu keperluan. Di tengah jalan, pecutnya terjatuh. Lalu ia turun dari tunggangannya dan berjalan menuju tempat jatuhnya pecut lalu mengambilnya. Ada yang bertanya, “Mengapa anda tidak memutar kendaraan ini ke arah tempat jatuhnya pecut lalu anda mengambilnya?”

Beliau menjawab, “Saya menyewa kendaraan ini untuk berjalan begini (ke arah depan) bukan begini (ke arah belakang).”

💎Abu Bakr Ad-Daqqaq mengatakan, “Saya pernah tersesat selama 15 hari seperti tersesatnya Bani Israel. Ketika saya menemukan jalan, seorang tentara menghampiri saya dan memberi saya minuman. Sejak saat itu saya merasakan kerasnya hati saya selama 30 tahun.”

💎Rabi’ah pernah menjahit pakaiannya yang sobek di bawah lampu milik pemerintah. Sejak saat itu ia merasa kehilangan hatinya selama sekian lamanya. Kemudian ia baru teringat kejadian itu. Ia pun menyobek kembali pakaiannya dan akhirnya menemukan kembali hatinya.

💎Sufyan Ats-Tsauri pernah melihat dirinya dalan mimpi memiliki dua buah sayap. Ia terbang dengan sayap itu di sebuah kebun (surga) dari pohon ke pohon. Ada yang bertanya, “Dengan apa anda mendapatkan itu?” Beliau menjawab, “Dengan wara.”

💎Dahulu, Hassan bin Abi Sinan tidak pernah tidur terbaring, tidak pernah makan lemak dan tidak pernah minum air dingin selama 40 tahun. Setelah beliau wafat, ada orang yang bermimpi melihat beliau lalu bertanya, “Bagaimana keadaan Anda? Apa yang Allah lakukan terhadap Anda?” Beliau menjawab, “Baik, hanya saja aku ditahan dari masuk surga karena pernah meminjam sebuah jarum dan belum saya kembalikan.”

🌷🌹🌻🌺🌿🌴

📙Sumber: Ar-Risalah Al-Qusyairiyah, Bab Al-Wara’, karangan Imam Al-Qusyairi
✏Dirangkum oleh: Danang Kuncoro Wicaksono
✉dannsbass@gmail.com
💻fb.com/danang.kuncoro.wicaksono

One comment

  1. […] judulnya Perhiasan yang Mulai Menghilang. Kedua judulnya 35 Pesan Nabi SAW. Ketiga judulnya 10 Perkara Menyedihkan. Keempat judulnya Delapan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: