Ungkapan Rasa Cinta Kepada Rasulullah SAW

Banyak cara yang digunakan oleh seseorang untuk mengungkapkan rasa cintanya kepada orang yang dicintainya. Terlebih jika orang yang dicintainya itu adalah manusia paling mulia di dunia ini, yaitu Rasulullah SAW. Berikut ini beberapa kisah tentang ungkapan rasa cinta orang-orang shalih kepada Rasulullah SAW.

Ketika beliau masih hidup, banyak sahabat yang mengungkapkan rasa cinta mereka kepada beliau dengan beragam cara. Abu Bakr As-Sidik misalnya, sahabat yang paling mencintai dan dicintai oleh Nabi SAW, ketika dalam perjalanan menemani Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah, ia sesekali berjalan di depan dan sesekali berjalan di belakang beliau. Nabi SAW lantas bertanya, “Mengapa saya melihatmu kadang-kadang berjalan di depanku, dan kadang di belakangku?” Abu Bakr menjawab, “Saya berjalan di depan Anda karena takut apabila datang musuh dari depan. Dan saya berjalan di belakang karena saya takut apabila datang musuh dari belakang.” [1]

Itulah Abu Bakr As-Sidik yang hatinya dipenuhi dengan cinta Allah dan Rasul-Nya serta menjadikan hidupnya hanya untuk melayani Allah dan Rasul-Nya.

Begitu pula Nasibah, sosok wanita pejuang tangguh yang rela turut bertempur bersama suami dan dua anaknya bersama Nabi SAW. Ketika Rasulullah SAW hendak mendapatkan serangan dari musuh, Nasibah beserta suami dan dua anaknya merelakan tubuh mereka menjad tameng untuk melindungi tubuh Rasulullah SAW hingga darah mengucur deras dari tubuh mereka akibat luka-luka. [2]

Abidah bin Amr As-Salmani pernah mengatakan, “Sungguh sehelai rambut Rasulullah lebih saya cintai daripada seluruh yang kuning dan yang putih di muka bumi ini.” Imam Dzahabi berkomentar, “Ucapan Abidah ini merupakan neraca kesempurnaan cinta. Ia lebih mengunggulkan rambut Rasulullah SAW daripada emas dan perak yang ada di tangan manusia.” [3]

Muawiyah bin Abi Sufyan ketika mendapatkan rambut Rasulullah SAW yang terlepas, ia mencucinya lalu meminum airnya dan mengusap-usapkannya ke tubuhnya. [4]

Bahkan Abdullah bin Az-Zubair ketika diminta Nabi SAW untuk menumpahkan darah bekas bekam beliau di tempat yang tidak ketahui oleh seorang pun, ia justru meminumnya. [5]

Imam Ahmad bin Hambal pernah diberikan tiga helai rambut Rasulullah SAW. Lalu beliau berwasiat agar tiga helai rambut tersebut diletakkan pada kedua mata dan lidah beliau ketika wafat. Wasiat itu pun dilaksanakan. [6]

Masih banyak lagi kisah serupa yang menggambarkan beragam cara orang-orang shalih terdahulu dalam mengungkapkan rasa cinta mereka kepada Rasulullah SAW. Semoga catatan kecil ini dapat memberi kita inspirasi untuk menapaki jejak mereka. Karena mereka adalah orang-orang mulia. Dan karena cinta, mereka menjadi mulia. Karena cinta, mereka menjadi kuat. Karena cinta, mereka mendapatkan janji Rasulullah SAW, “Engkau akan bersama dengan orang yang kau cintai.” [7]

Wallahu a’lam bish showab.

___________

[1] Mustadrak Al-Haakim kitab Al-Hjrah hadits no. 4268.

[2] Siyar A’laam Nubalaa karya Adz-Dzahabi, 3/250.

[3] Ibid 7/42.

[4] Ibid 5/143.

[5] Ibid 5/360.

[6] Ibid 21/399.

[7] Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: