Hukum Adzan Ketika Menguburkan Jenazah

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullah. Salah satu kebiasaan yang menyebar di negeri kami Indonesia adalah mengumandangkan adzan ketika menguburkan mayit. Apakah perbuatan ini memiliki sumber dari Quran, Sunnah atau fatwa imam? Sebagian ulama kami memfatwakan bahwa perbuatan itu adalah bid’ah hasanah dengan mengqiyaskannya dengan adzan yang disunnahkan ketika bayi lahir. Sebagian lain memfatwakan bahwa sebaiknya ditinggalkan karena qiyas semacam ini adalah fasid (keliru). Mohon pencerahan. Jazakumullahu khairan.

Jawaban Syaikh Rusydi Al-Qalam hafizhahullah:

Perbuatan ini adalah bid’ah yang menyelisihi sunnah Rasulullah SAW dan tidak ada sumbernya dalam Quran maupun Sunnah. Perbuatan ini tidak termasuk bid’ah hasanah. Seandainya hasanah (baik), pasti boleh juga mengumandangkan adzan untuk shalat ied dan tarawih. Namun kita mengumandangkan “Ash-Sholaatu Jaami’ah”. Adapun alasan mengqiyaskan, maka tidak ada qiyas dalam masalah ibadah. Dunia Islam juga tidak melakukan perbuatan ini. Di negeri kami, yaitu negeri Syam, para ahli ilmu telah melarang perbuatan ini. Kita lebih memilih kembali kepada Sunnah.

Fatwa Syaikh Rusydi Al-Qalam hafizhahullah.

No. Fatwa: 21985

http://www.naseemalsham.com/ar/Pages.php?page=readFatwa&pg_id=21985

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: