Pesan Untuk Para Calon Istri

Pesan Untuk Para Calon Istri 

Imam Baihaqi dalam Syu’abul Iman meriwayatkan sebuah pesan sederhana namun sarat makna. Pesan tersebut disampaikan oleh seorang ibu kepada puterinya yang baru saja menikah dan akan dilepaskan untuk menemani suaminya. Sungguh merupakan pesan yang patut direnungkan oleh para akhwat dan ummahat yang ingin menjaga kestabilan biduk rumah tangga dalam mengarungi samudera kehidupan yang luas tak terkira. 

Pesan ini juga dinukil oleh Imam Ghazali dalam kitabnya, Al Ihya. Berikut ini teks asli pesan tersebut dalam Kitab Syu’abul Iman: 

أخبرنا أبو سعيد عبد الرحمن بن محمد بن شبانة الهمداني بها ، نا أبو حاتم أحمد بن عبد الله البستي نا إسحاق بن إبراهيم البستي ، نا قتيبة ، نا عبد الله بن بكر السهمي ، نا أبو بشر ، أن أسماء بن خارجة الفزاري ، لما أراد أن يهدي ابنته إلى زوجها ، قال لها : « يا بنية ، كوني لزوجك أمة (1) يكن لك عبدا ، ولا تدني منه فيملك ، ولا تباعدي عنه فتثقلي عليه ، وكوني كما قلت لأمك : خذي العفو مني تستديمي مودتي ولا تنطقي في سورتي (2) حين أغضب فإني رأيت الحب في الصدر والأذى إذا اجتمعا لم يلبث الحب يذهب » (شعب الإيمان للبيهقي – 8479)

__________

(1) الأمة : المملوكة والمراد : مطيعة

(2) السورة : الحدة والغضب والاضطراب

Sedangkan dalam kitab Al Ihya, redaksinya agak sedikit berbeda: 

روي أن أسماء بنت خارجة الفزاري قالت لابنتها عند التزوج (إنك خرجت من العش الذي فيه درجت فصرت إلى فراش لم تعرفيه وقرين لم تألفيه فكوني له أرضا يكن لك سماء وكوني له مهادا يكن لك عمادا وكوني له أمة يكن لك عبدا لا تلحفي به فيقلاك ولا تباعدي عنه فينساك إن دنا منك فاقربي منه وإن نأى فأبعدي عنه واحفظي أنفه وسمعه وعينه فلا يشمن منك إلا طيبا ولا يسمع إلا حسنا ولا ينظر إلا جميلا) (إحياء علوم الدين:1-408 ) 

Terjemahan bebasnya sebagai berikut: 

Asma’ binti Kharijah Al Fazary berpesan kepada puterinya ketika menikah (sebelum melepaskan kepergiannya menuju suaminya): 

“Wahai puteriku sayang, tak lama lagi kau akan keluar meninggalkan ayunan tempat kau ditimang dulu, dan berpindah ke atas ranjang yang belum pernah kau lihat sebelumnya. Kau akan hidup bersama seorang kawan yang belum pernah kau kenal sebelumnya. Oleh karena itu, jadilah bumi tempat ia berpijak, maka ia akan menjadi langit yang menaungimu. Jadikanlah dirimu tempat sandaran baginya, maka ia akan menjadi tiang yang meneguhkanmu. Jadilah pelayan baginya, ia akan menjadi abdi bagimu. Jangan kau merepotkannya sehingga ia merasa kesal. Dan jangan terlalu jauh darinya sehingga ia lupa akan dirimu. Jika ia mendekatimu, maka dekatilah. Jika ia berpaling, maka menjauhlah. Peliharalah pandangannya, pendengarannya dan penciumannya. Jangan sampai ia memandang sesuatu yang buruk darimu. Dan jangan sampai ia mendengar kata-kata kasar darimu. Dan jangan sampai ia mencium bau yang tak sedap darimu. Jadikanlah setiap apa yang ia lihat adalah wajahmu yang cantik berseri-seri. Jadikanlah setiap apa yang ia dengar adalah ucapanmu yang santun dan lembut. Jadikanlah setiap apa yang ia cium adalah aroma wangi tubuh dan pakaianmu.” 

“Ayahmu dulu berpesan kepada ibumu: Maafkanlah segala kesalahan dan kehilafanku, niscaya cinta kita akan terus bersemi. Ketika aku marah, janganlah kau memancing lagi amarahku. Karena benci dan cinta takkan pernah bersatu. Saat benci datang, cinta pun kan berlalu.” 

Demikian isi pesan tersebut. Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan bahan renungan untuk para calon istri yang akan memasuki sebuah kehidupan baru. Kehidupan yang mengakhiri masa lajang penuh penantian yang melelahkan. 

Wallahu a’lamu bis showab. 

Damaskus, 24 August 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: