Renungan Sebelum Mati

Saat itu adalah detik-detik menjelang malaikat ajal menjemput ruhnya. Abdurrahman bin Auf, seorang saudagar yang kaya raya itu, sedang terbaring sakit. Datanglah seseorang membawa makanan berupa roti dan daging untuknya. Saat itu ia sedang berpuasa. Melihat hal itu justru kesedihan yang semakin tampak dari raut wajahnya. Beberapa bayangan orang-orang terbaik dalam Islam berkelebat dalam pikirannya. Mereka telah mendahuluinya. Sedangkan ia sampai saat ini masih tak tahu bagaimana nasibnya kelak setelah mati. Wajah salah seorang sahabatnya, Mush’ab bin Umair, kembali hadir dalam benaknya. Demikian pula Hamzah bin Abdil Muthalib. Dua sahabat ternama yang telah mendahuluinya.

“Mush’ab bin Umair telah dibunuh, padahal ia adalah seseorang yang lebih baik dari diriku. Namun ia hanya dikafani dengan satu pakaian saja (burdah). Jika ditutup kepalanya, maka tampaklah kakinya. Jika ditutup kakinya, maka tampaklah kepalanya. Hamzah pun demikian. Ia telah dibunuh, padahal ia adalah seseorang yang lebih baik dari diriku. Sementara aku, kenikmatan dunia telah dibentangkan untukku. Aku khawatir semua kenikmatan itu sengaja disegerakan bagiku di dunia ini.”

Lalu ia menangis dan tidak mengambil sedikit pun dari makanan tersebut.

(HR. Bukhari no. 1275; Fathul Bari hadis no. 3739)

Saudaraku, begitu banyak kenikmatan yang kita rasakan di dunia ini. Begitu banyak anugerah Allah yang telah dikaruniakan kepada kita. Pernahkan kita merasakan kekhawatiran sebagaimana yang dirasakan oleh sahabat Abdurrahman bin Auf tersebut? Pernahkah kita cemas karena sebagian besar kenikmatan kita telah kita ‘ambil’ di dunia ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: